Posts

Showing posts from July, 2025

Jiwa dan Materialisme; Bagian Mendengar Ferdy

Terhitung tiga bulan sejak perjalanan di Pronojiwo. Pada selang waktu itu, saya terus dibayangi oleh pertanyaan Ferdy, di tempat parkir– terkapar di bebatuan sebelum menuju pulang. Momen saat ia membelokkan arah percakapan tanpa navigasi, menyinggung konsep jiwa dalam agama dan Tan Malaka, membikin saya tercekat, cengo, dan tampak bodoh. Kekosongan yang panjang itu, diakhirinya dengan memberi saya saran, untuk membaca Madilog terlebih dahulu. Suaranya tak membuat saya tersinggung, tapi yang menyakiti saya adalah suara hati sendiri setelahnya. Seandainya saya tahu lebih banyak– atau paling tidak tahu sedikit, mungkin percakapan itu tak akan berakhir dengan kecanggungan. Maka sesampainya di rumah, saya mengambil Madilog yang tertumpuk di meja sejak terakhir dibeli. Melompati halaman, membuka bagian khusus; jiwa, mengais makna materialisme, dan lebih dalam melihat bagaimana materialisme memahami jiwa. Membacanya sekali, dua kali, sekian kali. Sekali tak paham, kedua kali tertegun, sekian ...